Agen bola Ibcbet - Chief Operational Officer PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy buka suara terkait perkara tim medis yang menangani Choirul Huda pada laga Persela Lamongan kontra Semen Padang pada Minggu (14/10). Menurutnya tim medis yang disediakan panpel standarisasinya sangat minim.
Casino Online - Patut diketahui di laga itu berakhir mengenaskan, mengingat salah satu pemain yakni Choirul Huda harus kehilangan nyawanya setelah bertabrakan dengan rekan setimnya di lapangan. Sempat dilakukan perawatan namun nyawa Huda tidak tertolong.
Judi Sbobet - Banyak kabar yang menyebutkan jika saja Huda mendapatkan penanganan yang bagus sesaat setelah kejadian kemungkinan besar nyawanya akan tertolong. Namun fakta yang ada ia mendapatkan penanganan yang kurang baik, termasuk saat diangkat ke atas tandu untuk dibawa ke luar lapangan.
Tigor sekali lagi tidak menyalahkan tim medis yang menangani kapten Persela tersebut. Namun ia menyayangkan standar alat medis yang dimiliki tim medis panpel Persela dinilainya sangat minim.
“Kami tidak menyalahkan siapa pun soal insiden ini. Namun, kita bisa lihat sendiri peralatannya kan. Kami sudah berkali-kali menghimbau, sampai memaksa kepada klub untuk peduli dengan masalah ini. Kami sering mengingatkan pentingnya keselamatan pemain di lapangan,” ujarnya ditemui kantor Kemenpora pada Senin (15/10).
Tigor menambahkan untuk sebuah pertandingan setidaknya ada dua dokter yang harus disediakan. Dokter pertama adalah dokter tim dan dokter yang selanjutnya merupakan dokter yang disiapkan panpel setempat.
“Standarisasi proteksi pemain di lapangan pasti ada. Itulah kenapa kita mewajibkan ada ABC dan sebagainya itu pasti ada maksudnya. Masih banyak klub yang menanyakan kenapa sih harus ada ambulance dua, harus ada dokter tim, lalu stadion harus ada ruang medis dengan posisi obat-obatan yang lengkap, kenapa harus punya rumah sakit rujukan. Karena kita tahu sepakbola saat ini punya risiko yang tinggi dan sekali lagi ini profesional bukan level tarkam,” tambahnya
Tigor juga berharap kejadian ini jadi pelajaran bagi semua elemen mengingat tim medis mempunyai peranan yang sangat vital disebuah pertandingan.
“Jelas ini insiden yang tidak disengaja. Namun, memang ini harus dijadikan pelajaran buat kami dan buat klub juga. Penanganan yang benar itu bisa dilakukan oleh klub khususnya dokter tim. Kami juga harus lihat kondisi cederanya seperti apa, dan penanganannya harus seperti apa. Mungkin di sini harus ada edukasinya,” tegas Tigor.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Joko Driyono menilai peristiwa ini akan kembali dilaporkan oleh FIFA.Mengingat penanganan terhadap kiper Persela itu sudah sampai di level kualitas penanganan yang memang harus ditelaah lebih serius.
“Setelah didiskusikan apa yang terjadi adalah masalah kualitas penanganan tim medis. PSSI menyadari ini yang harus ditelaah lebih serius dan tidak hanya di level PSSI tapi sudah memasuki levelnya FIFA,” timpal Joko.
Posted
By : Judi Sbobet


No comments:
Post a Comment