Agen bola Ibcbet - Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi akhirnya kembali duduk satu meja untuk membicarakan peristiwa yang terjadi di sepakbolaan nasional di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (15/10). Khususnya membicarakan tragedi yang menimpa penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda. Tak hanya Huda peristiwa kekerasan di Liga 2 tak luput dari pembicaraan kedua stakeholder tersebut.
Casino Online - Patut diketahui, tragedi pada laga Persela Lamongan kontra Semen Padang membuat publik sepakbola Indonesia berduka. Pasalnya Choirul Huda, kiper Persela meninggal dunia usai mengalami benturan dengan rekan setimnya sendiri.
Judi Sbobet - Imam pun langsung menuturkan duka kepada Choirul Huda saat membuka acara konferensi pers selepas pertemuan tersebut. “Saya dapat banyak hal laporan tentang PSSI dan liga, selain itu saya dan Pak Edy berbelasungkawa dengan meninggalnya Choirul Huda,” ucap Imam, Senin (16/10).
Dukungan tim medis diperkuat
Beberapa poin disepakati oleh kedua belah pihak terutama mencegah agar peristiwa belakangan tragis tidak terjadi lagi. Salah satu poin yang ditonjolkan agar tim medis diperkuat lagi.
“Itu juga membuat salah satu kesepakatan kita bahwa harus diperhatikan lagi support medis di lapangan sehingga semua pemain dan tim medis bisa lebih sigap lagi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tambah dia.
Sementara ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi juga menambahkan selain tim medis lebih ditingkatkan. Edy juga mengingatkan agar Komisi Disiplin PSSI dapat lebih tegas dalam menindak permasalahan yang terjadi di sepakbola Indonesia.
“Sekali lagi pertemuan ini jadi pertemuan wajib saya untuk melaporkan apa yang terjadi di sepakbola Indonesia. Lalu yang kedua, kami bersepakat bahwa Komisi Disiplin akan diperkuat lagi sehingga perisitiwa-peristiwa yang ada di lapangan bisa dikenakan sanksi kepada siapapun dan termasuk beliau akan membuat tim investigasi mengenai peristiwa,” tutup Edy.
Posted
By : Judi Sbobet


No comments:
Post a Comment